Surel

Saya teringat jaman Friendster dulu, untuk membuat akun Friendster kita bisa menggunakan alamat surel asal-asalan. Contohnya, hablahu@wakakakumadbro.com , atau berbagai alamat surel jenaka atau imut lainnya. Namun dampaknya, Friendster berhasil memasuki asia tenggara. Haha..itu hanya pendapat saya saja. Karena menurut saya, kalau saja dulu untuk membuat akun Friendster kita mesti memiliki alamat email yang valid, saya ragu remaja kala itu banyak yang memiliki akun Friendster.

Pernah bahkan, pada tahun pertama saya kuliah (IKOM UPI-2007), saat itu praktikum PTI (Pengenalan Teknologi Informasi ) pertama kami. Salah satu Asisten Dosen praktikum tersebut menanyakan apakah kami semua sudah memiliki alamat surel pribadi. Dari dua puluh lebih yang menghadiri praktikum tersebut, tidak lebih dari 4-5 orang yang mengangkat tangan. Saya sendiri kaget. Karena saya saja sebenarnya sudah terintimadasi sejak awal masuk perkuliahan tersebut. Memang ada beberapa yang mengaku sudah punya tapi lupa sandinya. Bagaimanapun, setelah itu kami diminta membuat akun surel pribadi untuk kepentingan tugas perkuliahan ,yang syukurlah, akhirnya terpakai sampai sekarang. Saya sendiri membuat gmail saya yang pertama kala itu, karena nama surel yahoo saya yang uzur itu norak dan sudah penuh dengan notifikasi friendster.

Lalu tahun berikutnya, saya berkesampatan menjadi asisten dosen untuk praktikum tersebut. Kala itu awal-awalnya popularitas Facebook di Indonesia (Seingat saya, plurk sudah populer dan friendster sudah ketinggalan jaman). Di praktikum PTI pertama saya sebagai asdos, saya menanyakan hal yang sama ke adik-adik kelas saya. Apakah kalian semua sudah punya akun surel pribadi? Hampir semua memiliki akun surel pribadi. Dan saya lega akan hal itu. Sekali lagi saya sarankan adik-adik kelas saya agar mempunyai akun surel pribadi khusus untuk tugas-tugas kuliah nanti.

Surel atau surat elektronik atau email. Saya berasumsi, seiring dengan fakta bahwa Indonesia saat ini tengah menjadi salah satu negara di dunia dengan pengguna facebook terbanyak, pasti sudah banyak orang yang memiliki akun surel pribadi. Tua ataupun muda, hampir semua kalangan, akedimisi ataupun bukan. Tapi mengapa saya melihat penggunaan surel sebagai media berkirim pesan ini belum dimanfaatkan lebih luas dan lebih berguna? Pada artikel saya yang selanjutnya saya akan mencoba mengungkapkan pendapat saya tentang bagaimana saya melihat masyarakat di sekeliling saya memanfaatkan teknologi surel.

Sekarang saya mau kirim surel dulu ke dosen pembimbing saya. Sudah lama saya tidak konsultasi skripsi lagi dengan beliau. Hehe..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s