5 years

Kalau ditanya, “Apa target atau rencana kamu 5 tahun ke depan?”, saya udah bisa jawab. Technopreuneur, pebisnis di bidang teknologi dan maksud saya teknologi IT. Tapi kalau lanjut ditanya, “Jadi target itu sudah mantap?”, saya pasti jawab, “Belum sih”.

Iya, saya udah tau cita-cita saya buat 5 tahun ke depan apa, saya ingin punya startup sama teman-teman saya. Cita-cita yang saya pribadi merasa sudah mulai tidak unik lagi. Walaupun sebenarnya saya sempat baca artikel berita online, katanya jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit. Jauh dari jumlah ideal untuk disebut negara maju, yaitu 15% dari total penduduk Indonesia. Oh iya, mungkin karena terlalu sering buka dailysocial sama mashable . Dua media online itu emang sering bahas soal startup. Anyway, saya tetep belum bisa yakin 1099% terhadap cita-cita jangka 5 tahun saya ini. Ehm, technopreneurship. Neat ya..

Dan sebenernya ada juga yang cukup rajin terlintas di pikiran saya kalau ngebayangin soal target 5 tahun. Itu adalah membuat warnet wifi. Saya ingin bikin spot khusus di Bandung, buat mahasiswa yang mau ngerjain tugas bareng, sambil ‘ngehotspot’, sambil nongkrong, sambil ngemil. Tapi ga perlu ngebelain gengsi harus pesan minuman 15 ribu. Koneksi internetnya sendiri bayar, macam warnet saja tapi pake wifi. Dan ada juga spot khusus PC desktopnya. Buka dari jam 3 sore sampai jam 9 pagi. Untuk meminimalisir ‘bandwidth abuser’ atau tukang donlod, saya juga pingin ini warnet punya layanan khusus. Jadi kita titip saja link donlodan kita, tak perlu donlod langsung dari perangkat pribadi, nanti kalau sudah beres ada notifikasi email lalu siap diambil di workstation khusus ngambil donlodan. Layanan ini juga bayar lah. Karena ini sejatinya warnet, jadi yang mesti diunggulkan ya koneksi internetnya dong.

Kenapa yang kaya gitu belum ada ya? Saya pribadi yakin itu bakal sukses, asal koneksi internetnya oke aja.

Mau gimana juga,  saya masih belum bisa yakin, dapet modal darimana ya buat ngewujudin konsep di atas.

Maka saya pun berpikir untuk cari uang dahulu. Metodenya masih general, jadi bawahan. Mulai dari nol. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian (Bangun startup sama bikin warnet wifi itu di bayangan saya sih seperti bersenang-senang). Melamar kerja ke perusahan bekas startup, melamar kerja ke perusahaan yang udah IPO, melamar kerja ke.. freelance? Nah, freelance adalah salah satu yang sangat saya pertimbangkan. Mengingat ini adalah tipe pekerjaan yang rasa-rasanya kita bisa atur liburan dan waktu kerja kita sendiri. Tipe pekerjaan yang nampaknya bebas dari tuntutan atasan dan peraturan kantor. Tipe pekerjaan yang kita sendiri yang tentukan Upah Minimum kita. Tipe pekerjaan yang kadang hampir setara dengan pengangguran, tapi tidak sah jika dibilang pengangguran. Freelancing, adalah keren. Dan saya ingin tapi saya juga belum yakin. Jadi, sampai saat ini melamar kerja di perusahaan besar adalah pilihan yang menurut saya paling aman.

Frendhi Otak Kanan: Frendhi, bahkan sekedar membayang-bayangkan atau menimbang saja kamu belum berani yakin sama impian kamu. Benahi ya, frendhi.

Frendhi Otak Kiri: Iya, siap.

2 thoughts on “5 years

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s