Tips Bagaimana Harus Bertingkah Saat Ditilang Oleh Polisi

Alhamdulillah sudah lama sekali sejak terakhir saya ditilang oleh polisi. Tapi semenjak SMA dan SIM pertama saya, saya sering banget ditilang polisi. Baik dalam rangka operasi ataupun melanggar rambu. Tapi paling sering pas operasi. Jadi berdasarkan pengalaman sekian banyak itu, saya mau bagi-bagi tips bagaimana harus bertingkah saat ditilang oleh petugas polantas, yang selanjutnya akan saya sebut “petugas”:

Tetap tenang

Kalau tidak tenang alias gundah gulana, petugas bisa-bisa curiga ada hal yang lebih meresahkan kita dibanding sekedar lupa bawa SIM atau takut ketauan kalau ini kendaraan curian. Jadi tetap tenang, petugas juga manusia, bukan terminator. Lebih bagus lagi kalau kebetulan petugasnya satu tanah kelahiran sama kita. Mulai sedikit-sedikit pakai bahasa daerah dan SKSD (Sok Kenal Sok Deket) yang masih dalam batas kewajaran manusia. Kalau tetap tenang, harapannya urusan jadi lancar dan ga nambah-nambah, gitu.

Jangan ngotot

Jangan pernah ngotot. Itu aparat loh, kecuali you superhero bisa manggil megazord ya jangan dilawan lah ya.

Manggil MegaZord

Ngotot bisa jadi penambah atau pengeruh masalah, banyak versinya tapi biasanya petugas punya line andalan seperti berikut ” Kamu berani melawan petugas?”. Kalau sudah begitu, masalah bisa lebih keruh dan bisa-bisa sanksinya jadi lebih berat, gatau gimana tapi tau-tau salah kamu jadi banyak aja.

Tetap senyum

Maksudnya ramah, de. Jangan nangis sambil senyum juga kali. Kalau bawaan kamu ramah, tidak ada jaminan sih, tapi rasanya ga mungkin kalo dibales dengan bentakan dan cacian, betul? Jadilah warga negara yang ramah lagi murah senyum. Petugas juga senang dong kalau habis ditilang orangnya masih tetep baik lagi ramah. Dunia jadi lebih damai dan sejahtera. Dan kalau kamu ramah, ada kemungkinan sanksinya bisa diringankan atau bahkan kamu cuma dikasih peringatan tanpa harus tanda tangan di slip biru atau merah itu. Kemungkinaaaaaaan.

Jangan terkesan lagi terburu-buru.

Tidak bisa, hampir tidak pernah berhasil taktik terburu-buru ini. Line seperti “aduh pak, saya mau kejar ujian di kampus”, atau “maaf pak, saya mau ke rumah sakit , soalnya [masukan anggota keluarga disini] masuk rumah sakit”, atau bahkan “tolong pak, ini saya buru-buru, kambing saya si alfonso belum saya ajak jalan sore, ini sudah mau maghrib..”  alasan-alasan ini sangat kecil sekali kemungkinannya digubris oleh petugas. Kalau memang terburu-buru, jangan dijadikan alasan untuk menghindari penilangan, tapi untuk mempercepat penilangan. Lagipula siapa yang mau berlama-lama dengan petugas kalau kamu tidak melanggar dan surat-suratnya lengkap sementara ada rapat atau ujian yang harus dikejar.

Kesalahan aku apa, pak?

Kalau kamu dituduh melanggar rambu lalin, dan tidak merasa melanggar, kamu tetap salah. Kalau kamu ditanya ” Anda tau kesalahan anda apa?” jangan sekali-kali menjawab “apppaah cobaaaa… :p ” atau bahkan, “Tau, pak. Harusnya saya di rumah aja bikin indomie, ga beli martabak sejauh ini, ga pake helm lagi”. Serius, kalau ditanya “Anda tau kesalahan anda apa?” dan merasa tidak salah, jawaban yang aman itu semacam “Maaf, pak. Saya tidak tahu salah saya apa.”. Karena bagaimanapun, petugas pasti menjelaskan kesalahan kamu versi petugas. INGAT, petugas lebih ahli dalam hal rambu-rambu lalu lintas, ya kecuali kalo kamu memang hobi menghapal rambu-rambu lalu-lintas.

Untuk pengendara mobil

Safety belt, atau seat belt, digunakan. Biasakanlah  sedari masuk mobil sudah pasang safety belt. Nah, kalau misal ditilang nih. Biasanya petugas akan perlahan berjalan menghalangi mobil kita. Meminta kita menepi, tapi nampak seperti minta ditubruk, tapi jangan! Masalahnya bisa lebih rumit nanti. Menepilah dengan perlahan, dan ingat, TETAP DI DALAM MOBIL dan BUKA JENDELA SUPIR, JANGAN LEPAS SAFETY BELT ANDA begitu juga dengan penumpang di depan. Dulu saya pernah hampir ditilang saat operasi razia, waktu itu surat-surat lengkap dan safety belt pun sudah dipakai. Setelah menepi petugas tidak langsung menghampiri mobil kami, karena cukup lama jadi saya dan teman saya inisiatif untuk keluar dari mobil. Teman saya yang duduk di depan itu sudah lepas safety belt dan baru mau keluar, barulah petugas datang dan meminta saya tetap di mobil. Beliau bilang waktu itu salah kami adalah teman saya tidak memakai safety belt. Saya tidak menjalankan tips-tips saya yang di atas. Saya marah dan cukup ngotot karena petugas yang masih muda dan belum buncit ini terkesan menjebak kami. Akhirnya petugas tadi minta maaf, beliau bilang lain kali diberhentikan oleh polisi, tetap di dalam mobil menunggu petugas menghampiri saja. So, moral of the story, untung petugasnya masih muda dan belum buncit. Hehehehehe. HL (Hanya Lelucon). Jadi kalau memang salah, minta maaf lalu lanjut ke urusan SLIP. Slip biru atau merah itu ceritanya disini dan disini.

Untuk pengendara motor

Periksa! Helm (SNI), Lampu (Siang hari), Spion(Kanan-Kiri). Motor seringkali menjadi sasaran empuk pelanggar rambu lalu-lintas. Kalau ditilang pas naik motor, setelah menepi sebaiknya segera buka helm dan siapkan dompet atau apapun tempat menyimpan surat-surat kendaraan dan SIM. Tetap diatas motor anda dan matikan mesin, lalu jalankan tips saya yang di atas. Jadi kalau memang salah, minta maaf lalu lanjut ke urusan SLIP. Slip biru atau merah itu ceritanya disini dan disini. Oh iya, para pengendara motor hati-hati knalpot anda yang bising itu bisa jadi alasan penilangan. Knalpot bising tapi laju pelan, seakan instrumen musik yang enak didengar knalpotmu itu ya, jadi semua orang harus ikut dengar. Dan berhentilah sebelum batas zebra cross, ini penting. Lucu soalnya kalau berhenti pas atau melebihi zebra cross, seakan tidak melanggar lampu merah tapi keitung maju duluan. HAHAHA.

Selamat siang, pak!

That awkward moment waktu petugas nyapa “Selamat siang, pak..” lalu kamu jawab ” Walaikumsallam..”. Saking gugupnya. HL. Jadi itulah kira-kira kumpulan tips yang saya pelajari dari kesalahan-kesalahan saya pribadi. Karena dulu kalau ditilang saya memang pernah ngotot, akting terburu-buru, cemberut, dan gelisah. Semuanya berimbas buruk. Sebenarnya masih banyak bahasannya seperti, “Jika di Bandung, gunakanlah plat mobil Bandung (D)” karena saya sangat sering sekali melihat mobil dengan plat luar Bandung diberhentikan oleh petugas. Ada lagi “Damai itu indah”, tentang bagaimana cara memulai dialog perdamaian dalam situasi penilangan. Ada juga modus “Sebentar pak, saya telepon paman jenderal saya dulu” ini kalau benar punya paman jenderal, tetap tidak etis ya. Tapi bahasan-bahasan itu tidak saya jabarkan karena cenderung akan mengundang kritik dari diri saya sendiri dikala saya melihat kembali post ini dalam waktu 4-5 bulan ke depan.

Baik, Pak. Silahkan melanjutkan perjalanan. Terima kasih.

YESSS, gak jadi ditilang polisi. Aku tweet dulu ah “FIUH, hampir aja kena razia tadi, untung bawa surat-surat lengkap”. Oh, lupa, tweet lagi “BTW, tadi di jalan setiabudhi sih banyak petugas seragam coklat rompi ijo gitu, tuips. #kode “. HL. Semoga saya yang sudah menulis post ini tidak akan ditilang lagi atau melakukan kesalahan yang sama lagi, sungguh ironi. Ingat! Jangan lupa bawa surat-surat kendaran dan SIM anda sebelum berpergian. Patuhi(waspada) rambu lalin. Jangan mencuri kendaraan orang lain. Jangan ngebut-ngebut di jalan. Tidak perlu terburu-buru lalu mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang lain (Kecuali kalau lagi kebelet pup dan rumah udah deket ya.). Dan terakhir, hormati petugas.

image sources : http://eriek.files.wordpress.com/2008/04/ditilang-polisi.jpghttp://powerrangers.wikia.com/wiki/Megazord

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s