Tips Bagaimana Harus Bertingkah Saat Ditilang Oleh Polisi

Alhamdulillah sudah lama sekali sejak terakhir saya ditilang oleh polisi. Tapi semenjak SMA dan SIM pertama saya, saya sering banget ditilang polisi. Baik dalam rangka operasi ataupun melanggar rambu. Tapi paling sering pas operasi. Jadi berdasarkan pengalaman sekian banyak itu, saya mau bagi-bagi tips bagaimana harus bertingkah saat ditilang oleh petugas polantas, yang selanjutnya akan saya sebut “petugas”:

Tetap tenang

Kalau tidak tenang alias gundah gulana, petugas bisa-bisa curiga ada hal yang lebih meresahkan kita dibanding sekedar lupa bawa SIM atau takut ketauan kalau ini kendaraan curian. Jadi tetap tenang, petugas juga manusia, bukan terminator. Lebih bagus lagi kalau kebetulan petugasnya satu tanah kelahiran sama kita. Mulai sedikit-sedikit pakai bahasa daerah dan SKSD (Sok Kenal Sok Deket) yang masih dalam batas kewajaran manusia. Kalau tetap tenang, harapannya urusan jadi lancar dan ga nambah-nambah, gitu.

Jangan ngotot

Jangan pernah ngotot. Itu aparat loh, kecuali you superhero bisa manggil megazord ya jangan dilawan lah ya.

Manggil MegaZord

Ngotot bisa jadi penambah atau pengeruh masalah, banyak versinya tapi biasanya petugas punya line andalan seperti berikut ” Kamu berani melawan petugas?”. Kalau sudah begitu, masalah bisa lebih keruh dan bisa-bisa sanksinya jadi lebih berat, gatau gimana tapi tau-tau salah kamu jadi banyak aja.

Continue reading “Tips Bagaimana Harus Bertingkah Saat Ditilang Oleh Polisi”

Surel

Saya teringat jaman Friendster dulu, untuk membuat akun Friendster kita bisa menggunakan alamat surel asal-asalan. Contohnya, hablahu@wakakakumadbro.com , atau berbagai alamat surel jenaka atau imut lainnya. Namun dampaknya, Friendster berhasil memasuki asia tenggara. Haha..itu hanya pendapat saya saja. Karena menurut saya, kalau saja dulu untuk membuat akun Friendster kita mesti memiliki alamat email yang valid, saya ragu remaja kala itu banyak yang memiliki akun Friendster.

Pernah bahkan, pada tahun pertama saya kuliah (IKOM UPI-2007), saat itu praktikum PTI (Pengenalan Teknologi Informasi ) pertama kami. Salah satu Asisten Dosen praktikum tersebut menanyakan apakah kami semua sudah memiliki alamat surel pribadi. Dari dua puluh lebih yang menghadiri praktikum tersebut, tidak lebih dari 4-5 orang yang mengangkat tangan. Saya sendiri kaget. Karena saya saja sebenarnya sudah terintimadasi sejak awal masuk perkuliahan tersebut. Memang ada beberapa yang mengaku sudah punya tapi lupa sandinya. Bagaimanapun, setelah itu kami diminta membuat akun surel pribadi untuk kepentingan tugas perkuliahan ,yang syukurlah, akhirnya terpakai sampai sekarang. Saya sendiri membuat gmail saya yang pertama kala itu, karena nama surel yahoo saya yang uzur itu norak dan sudah penuh dengan notifikasi friendster.

Lalu tahun berikutnya, saya berkesampatan menjadi asisten dosen untuk praktikum tersebut. Kala itu awal-awalnya popularitas Facebook di Indonesia (Seingat saya, plurk sudah populer dan friendster sudah ketinggalan jaman). Di praktikum PTI pertama saya sebagai asdos, saya menanyakan hal yang sama ke adik-adik kelas saya. Apakah kalian semua sudah punya akun surel pribadi? Hampir semua memiliki akun surel pribadi. Dan saya lega akan hal itu. Sekali lagi saya sarankan adik-adik kelas saya agar mempunyai akun surel pribadi khusus untuk tugas-tugas kuliah nanti.
Continue reading “Surel”

5 years

Kalau ditanya, “Apa target atau rencana kamu 5 tahun ke depan?”, saya udah bisa jawab. Technopreuneur, pebisnis di bidang teknologi dan maksud saya teknologi IT. Tapi kalau lanjut ditanya, “Jadi target itu sudah mantap?”, saya pasti jawab, “Belum sih”.

Iya, saya udah tau cita-cita saya buat 5 tahun ke depan apa, saya ingin punya startup sama teman-teman saya. Cita-cita yang saya pribadi merasa sudah mulai tidak unik lagi. Walaupun sebenarnya saya sempat baca artikel berita online, katanya jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit. Jauh dari jumlah ideal untuk disebut negara maju, yaitu 15% dari total penduduk Indonesia. Oh iya, mungkin karena terlalu sering buka dailysocial sama mashable . Dua media online itu emang sering bahas soal startup. Anyway, saya tetep belum bisa yakin 1099% terhadap cita-cita jangka 5 tahun saya ini. Ehm, technopreneurship. Neat ya..

Dan sebenernya ada juga yang cukup rajin terlintas di pikiran saya kalau ngebayangin soal target 5 tahun. Itu adalah membuat warnet wifi. Saya ingin bikin spot khusus di Bandung, buat mahasiswa yang mau ngerjain tugas bareng, sambil ‘ngehotspot’, sambil nongkrong, sambil ngemil. Tapi ga perlu ngebelain gengsi harus pesan minuman 15 ribu. Koneksi internetnya sendiri bayar, macam warnet saja tapi pake wifi. Dan ada juga spot khusus PC desktopnya. Buka dari jam 3 sore sampai jam 9 pagi. Untuk meminimalisir ‘bandwidth abuser’ atau tukang donlod, saya juga pingin ini warnet punya layanan khusus. Jadi kita titip saja link donlodan kita, tak perlu donlod langsung dari perangkat pribadi, nanti kalau sudah beres ada notifikasi email lalu siap diambil di workstation khusus ngambil donlodan. Layanan ini juga bayar lah. Karena ini sejatinya warnet, jadi yang mesti diunggulkan ya koneksi internetnya dong.

Kenapa yang kaya gitu belum ada ya? Saya pribadi yakin itu bakal sukses, asal koneksi internetnya oke aja.

Mau gimana juga,  saya masih belum bisa yakin, dapet modal darimana ya buat ngewujudin konsep di atas.

Maka saya pun berpikir untuk cari uang dahulu. Metodenya masih general, jadi bawahan. Mulai dari nol. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian (Bangun startup sama bikin warnet wifi itu di bayangan saya sih seperti bersenang-senang). Melamar kerja ke perusahan bekas startup, melamar kerja ke perusahaan yang udah IPO, melamar kerja ke.. freelance? Nah, freelance adalah salah satu yang sangat saya pertimbangkan. Mengingat ini adalah tipe pekerjaan yang rasa-rasanya kita bisa atur liburan dan waktu kerja kita sendiri. Tipe pekerjaan yang nampaknya bebas dari tuntutan atasan dan peraturan kantor. Tipe pekerjaan yang kita sendiri yang tentukan Upah Minimum kita. Tipe pekerjaan yang kadang hampir setara dengan pengangguran, tapi tidak sah jika dibilang pengangguran. Freelancing, adalah keren. Dan saya ingin tapi saya juga belum yakin. Jadi, sampai saat ini melamar kerja di perusahaan besar adalah pilihan yang menurut saya paling aman.

Frendhi Otak Kanan: Frendhi, bahkan sekedar membayang-bayangkan atau menimbang saja kamu belum berani yakin sama impian kamu. Benahi ya, frendhi.

Frendhi Otak Kiri: Iya, siap.

Kuliah Praktek di PT. Data Aksara Sangkuriang

Ini dia postingan saya yang baru, saya lagi magang di PT. Data Aksara Sangkuriang waktu bikin postingan ini. Magang ini sudah jalan 2 minggu, dan ini minggu ke-3. Dan apa saja yang sudah saya lakukan? Nothing but to learn. Saya belum dapat assignment seperti 2 teman saya shendy(chen) dan alfin yang sudah berangkat ke jakarta untuk deployment dan training lalu mendapat SPD! Yeah! 🙂 Surat Perjalanan Dinas yang dimaksud adalah uang berjumlah seratus ribu rupiah.

Kami memang mengajukan magang bersama-sama, tapi berakhir di divisi yang berbeda. Saya dilempar ke pemrograman (JSF), chen disimpan di desain dan dokumentasi, alfin bermain di ranah networking. Saya sendiri belum masuk ke proyek sampai saat saya menulis post ini. Chen dan alfin, mereka sudah ditugaskan untuk menemani project manager untuk deployment dan training ke klien. Saya iri sebenarnya, hahaha, soalnya saya sendiri hanya berkutat di depan komputer dan jarang berkomunikasi dengan teman-teman kantor yang lain. Ini bukan tanpa alasan, pertama mungkin karena memang saya grogi dengan lingkungan baru, kedua posisi desk saya kurang strategis untuk bebas berinteraksi :p, dan ketiga… karena yang lain keliatan sibuk sekali dengan pekerjaannya 😦 .

Baru 2 minggu pertama jalan magang, saya langsung “kabur” selama seminggu. Seminggu kemarin (18-24 oktober) saya sedang berada di Pematang Siantar, pulang kampung menemani ibu saya. Apa mau dikata, kami pesan tiket pesawat untuk bulan oktober ini waktu bulan puasa, siapa yang tau bakal diterima magang disini bulan oktober :D. Karena ini juga, apa yang saya pelajari selama 2 minggu pertama itu sekarang bersembunyi di otak bagian entah.

In order to recover what lost, supaya ada kerjaan, dan nambah postingan blog, maka saya akan mendokumentasikan apa yang sudah saya pelajari di postingan selanjutnya. Di PT. Data Aksara Sangkuriang saya diminta untuk mempelajari Java Server Faces dengan menggunakan Primefaces sebagai framework UI.

Penjelasan cepat a la saya tentang JSF dan Primefaces:
Dengan dua tech ini, teknik bikin aplikasi web hampir sama dengan bikin aplikasi desktop. 🙂
CMIIW ya.. masi belajar :p

Oke, next post adalah memulai project JSF with Primefaces di Netbeans 6.9. Tapi sekarang, makan siang gratis duluuu.. 🙂

untuk anda para calon mahasiswa

Semenjak tulisan ini muncul, mungkin beberapa bulan lagi kalian yang baru lulus SMA bakal mulai masuk kuliah. Ini tulisan ditujukan untuk kalian yang penasaran sama dunia kuliah seperti apa. Saya sendiri baru semester 6 dan begitu kalian mulai kuliah saya udah semester 7. Jadi mumpung masi anget pengalamannya. Saya bagi-bagi disini deh.
Saya ni kuliah di UPI jurusan ilmu komputer non-pendidkan. Dan iya, beda kampus, beda jurusan, pasti beda cerita dan pengalaman. Tapi, di tahun pertama, pada umumnya semua punya pengalaman yang serupa kok.
Misal, pertama kali masuk kuliah, pasti masa-masa ospek itu ada. Walaupun beberapa univ. Swasta udah ngehapus kegiatan tradisional macam ini. Tapi masih banyak univ. negri yang masih membiarkan pesta ospek ini berjalan. Pelaksanaannya tentu berbeda-beda. Di upi misalnya, dulu kami digiring kesana kemari bergumul, macam domba :). Bagaimanapun, kegiatan macam ini membekas. Bayangin kalau awal kuliah cuma dijalani dengan lihat jadwal dan langsung mulai kuliah.
Nah misal ospek udah liwat. Lalu kita mulai mencari tahu macam apa belajar di perkuliahan. My tips: don’t expect too much! Just relax! Kalian punya banyak waktu setahun untuk go with the flow. Karena tahun pertama kuliah ini seperti yang orang banyak bilang adalah “SMA kelas 4”. Kalian bisa mulai dengan mulai mengenal jurusan kalian dari “luar”. Intip apa saja mata kuliah yang bakal kalian santap 3 tahun ke depan. Bagaimana prospek pekerjaan dari jurusan kalian. Dan mulailah berpikir kalau dosen bukanlah guru SMA!

Continue reading “untuk anda para calon mahasiswa”